Jawab cepat PPh tidak memakai satu rumus untuk semua penghasilan. Tarif progresif orang pribadi dikenakan berlapis pada Penghasilan Kena Pajak, bukan langsung pada seluruh omzet.
Dalam artikel ini
Sebelum menghitung PPh, tentukan jenis penghasilan, status wajib pajak, tahun pajak, dan apakah pajaknya final.
Bedakan jenis PPh
- PPh 21 berkaitan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan orang pribadi.
- PPh 25 adalah angsuran dalam tahun berjalan.
- PPh final berlaku pada penghasilan tertentu.
- PPh badan tidak memakai tabel orang pribadi.
Tarif progresif orang pribadi
| Lapisan PKP | Tarif |
|---|---|
| Sampai Rp60 juta | 5% |
| >Rp60–250 juta | 15% |
| >Rp250–500 juta | 25% |
| >Rp500 juta–5 miliar | 30% |
| >Rp5 miliar | 35% |
Contoh PKP Rp100 juta
Rp60 juta × 5% ditambah Rp40 juta × 15% = Rp9 juta, sebelum kredit pajak. Bukan seluruh Rp100 juta dikali 15%.
Potongan bulanan
PPh 21 pegawai tetap memakai tarif efektif pada masa selain masa terakhir; membagi pajak tahunan dengan 12 bukan selalu potongan slip gaji.
Baca batas kalkulator pajak.
Dari penghasilan bruto menuju PKP
Tarif progresif diterapkan setelah dasar pengenaan pajak ditentukan sesuai jenis wajib pajak dan penghasilannya. Pada orang pribadi, prosesnya dapat melibatkan penghasilan neto, pengurang yang diperbolehkan, PTKP, dan pembulatan PKP. Karena itu, omzet, gaji bruto, penghasilan neto, dan PKP tidak boleh dipakai bergantian.
Contoh lapisan kedua
Jika PKP setahun Rp300 juta, perhitungan lapisannya adalah Rp60 juta × 5%, Rp190 juta × 15%, dan Rp50 juta × 25%. Hasil ilustratifnya Rp44 juta sebelum kredit pajak yang relevan. Angka ini bukan contoh perhitungan gaji bulanan dan bukan penetapan pajak untuk kasus tertentu.
Perbedaan PPh 21 dan SPT Tahunan
PPh 21 yang dipotong pemberi kerja adalah kredit pajak yang perlu dicocokkan dengan bukti pemotongan. SPT Tahunan merangkum penghasilan, pengurang, pajak terutang, serta kredit pajak untuk satu tahun pajak. Selisih tidak selalu berarti salah; penyebabnya perlu ditelusuri dari masa kerja, penghasilan lain, atau bukti yang belum tercatat.
Pertanyaan sebelum menggunakan kalkulator
- Apakah alat menghitung PPh 21 bulanan, pajak tahunan, atau pajak usaha?
- Apakah penghasilan yang dimasukkan bruto, neto, atau PKP?
- Apakah tarif dan PTKP sesuai periode yang dihitung?
- Apakah hasil memperhitungkan kredit pajak?
- Apakah asumsi alat ditampilkan dengan jelas?
Gunakan kalkulator untuk memahami skenario. Untuk pelaporan, cocokkan kembali dengan dokumen dan peraturan periode terkait.
Urutan menelaah transaksi sebelum memilih rumus
Mulailah dari siapa penerima penghasilan dan apa sifat transaksinya. Setelah itu, identifikasi periode, pihak pembayar, serta dokumen yang menjelaskan pembayaran. Nama rekening atau judul invoice saja belum tentu cukup untuk menentukan perlakuan pajaknya. Jika fakta transaksi belum jelas, catat pertanyaannya sebelum memilih tarif.
Ilustrasi: perusahaan membayar seseorang untuk suatu pekerjaan. Pertama-tama perlu dipahami hubungan pihak-pihaknya dan jenis pekerjaan, bukan langsung menyamakan pembayaran itu dengan gaji pegawai tetap. Artikel ini tidak menetapkan pasal untuk contoh tersebut; ilustrasi menunjukkan mengapa rumus harus mengikuti fakta, bukan sebaliknya.
Catatan perhitungan yang dapat diperiksa ulang
- Jelaskan jenis wajib pajak dan sumber penghasilan yang dihitung.
- Pisahkan nilai bruto, pengurang yang digunakan, dan dasar pengenaannya.
- Tuliskan periode aturan serta sumber tarif yang dipakai.
- Bedakan pajak terutang dengan pajak yang telah dipotong atau dibayar.
- Simpan cara pembulatan dan dokumen pembanding, bukan hanya angka akhir.
Untuk penghasilan orang pribadi, contoh tarif progresif tidak otomatis dapat diterapkan pada setiap nilai penerimaan. Penghasilan bruto, penghasilan neto, dan penghasilan kena pajak merupakan konsep berbeda. Demikian pula, angka kurang bayar pada pelaporan tidak selalu sama dengan hasil perkalian tarif karena pembayaran atau kredit pajak yang relevan perlu diperiksa.
Kapan menghentikan simulasi dan meminta telaah?
Hentikan penggunaan hasil sebagai dasar keputusan jika ada transaksi lintas negara, beberapa sumber penghasilan, ketidakjelasan dokumen, atau perlakuan khusus yang tidak didukung alat. Bawa catatan asumsi dan pertanyaan kepada pihak yang kompeten. Anda dapat membaca ruang lingkup perhitungan PPh dan cara mengevaluasi kalkulator. Tujuan awalnya adalah mengetahui apa yang perlu dipastikan, bukan mencari satu rumus yang dianggap cocok untuk semua kasus.
Sumber dan catatan pembaruan
Pembaruan isi: 28 Agustus 2026. Naskah dibantu AI dengan merujuk sumber resmi; bukan review profesional atas kasus tertentu.